Friday, April 26, 2013

Iyem Cantik, Iyem Manis
















Title: Iyem Cantik, Iyem Manis
Author: Liestyo Soewito
Published by Gramedia Pustaka Utama, February 2003
(first edition, April 1994)
185 pages
Language: Indonesian
ISBN: 979-511-871-4


Liburan, biasanya diisi dengan mengunjungi rumah kerabat atau tempat-tempat wisata. Terkadang, ada yang mengisinya dengan mengikuti kursus atau bekerja. Ada juga yang memilih untuk menghabiskan liburan hanya dengan berdiam diri di rumah. Apapun itu, pasti tidak segila dan seaneh apa yang dilakukan oleh Sofia yang baru saja lulus SMA. Fia, begitu ia biasa dipanggil, memutuskan untuk mencari pengalaman baru dengan menjadi pembantu rumah tangga! Tidak tanggung-tanggung, ia hijrah dari Bandung ke Jakarta dan bekerja di tempat yang benar-benar asing baginya. Selama sebulan, si tomboy Fia harus menyamar sebagai Iyem si gadis udik. Walaupun tuan dan nyonya rumah tersebut memperlakukannya dengan baik, tak urung Sofia/Iyem sering dibuat pusing dan jengkel oleh dua anak majikannya, yaitu Ramadhan si sulung yang ganteng, tapi “sedingin es batu dan sesinis tukang kredit” dan Debbie, si bungsu yang punya hobi mengospek pembantu baru. Hanya Kevin, si anak tengah yang tidak pernah macam-macam. Namun, ‘musuh’ Fia a.k.a. Iyem bertambah dengan kehadiran Marlina, “ondel-ondel” calon istri Ramadhan yang cemburu berat kepada Iyem.

Secara keseluruhan, buku ini cukup menghibur. Tingkah Sofia ketika menghadapi kelakuan anak-anak majikannya seringkali mengundang senyuman atau tawa kecil. Alur ceritanya mengalir dengan cepat sehingga tidak membosankan. Bahasa yang digunakan khas literatur remaja, yaitu bahasa formal dengan campuran bahasa gaul. Hal ini bisa jadi bagus karena para pembaca merasa bahasa yang digunakan tidak berat dan lebih lancar dalam mengikuti cerita.

Ide cerita tentang seorang anak perempuan, yang sepertinya berasal dari keluarga berada, yang menyamar menjadi pembantu memang unik. Namun, secara keseluruhan cerita dalam buku ini masih biasa-biasa saja. Sejak awal, sudah dapat ditebak bagaimana akhir hubungan antara Sofia dan Ramadhan. Munculnya sang rival yang ternyata ‘sakit’ juga merupakan hal yang sering ditemui dalam cerita-cerita lain.

Selain itu, di atas sudah dijelaskan bahwa buku ini menggunakan campuran antara bahasa formal dan bahasa informal. Hal ini terkadang menjadi masalah karena terkesan tanggung. Misalnya, ketika mengikuti pembicaraan antara Sofia dengan Rajut, saya merasa ada jarak di antara kedua sahabat itu karena terkadang mereka menggunakan bahasa formal. Lagipula, bahasa gaul adalah bahasa yang mengalami perubahan yang cepat. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1994, hampir sepuluh tahun sebelum saya membacanya. Tak heran, ketika saya membacanya, saya menemukan istilah-istilah yang sudah tidak dipakai lagi, misalnya jojing atau munculnya nama-nama idola yang sudah tidak ngetop lagi, seperti nama Jason Priestley atau Luke Perry. Bagi mereka yang beberapa tahun lebih muda dari saya mungkin harus bertanya kepada kakak-kakak mereka atau mencari di internet agar dapat mengenali siapa nama-nama yang dimaksud.

Terlepas dari segala kekurangan dan kritik yang saya berikan, saya masih menganggap buku ini layak dibaca. Rasanya tidak rugi membaca tingkah Sofia yang lucu. Apalagi, untuk sekedar membunuh waktu.


ジャカルタ, 2013426



Note: Reposted from my old blog

No comments:

Post a Comment

What I Talk About When I Talk About Running

Title: What I Talk About When I Talk About Running Original Title: Hashiru Koto ni Tsuite Kataru Toki ni Boku no Kataru Koto ...