Author: Liestyo Soewito
Published by Gramedia Pustaka Utama,
February 2003
(first edition, April 1994)
185 pages
185 pages
Language: Indonesian
ISBN:
979-511-871-4
Liburan, biasanya diisi dengan
mengunjungi rumah kerabat atau tempat-tempat wisata. Terkadang, ada yang
mengisinya dengan mengikuti kursus atau bekerja. Ada juga yang memilih untuk
menghabiskan liburan hanya dengan berdiam diri di rumah. Apapun itu, pasti tidak
segila dan seaneh apa yang dilakukan oleh Sofia yang baru saja lulus SMA. Fia,
begitu ia biasa dipanggil, memutuskan untuk mencari pengalaman baru dengan
menjadi pembantu rumah tangga! Tidak tanggung-tanggung, ia hijrah dari Bandung
ke Jakarta dan bekerja di tempat yang benar-benar asing baginya. Selama
sebulan, si tomboy Fia harus menyamar sebagai Iyem si gadis udik. Walaupun tuan
dan nyonya rumah tersebut memperlakukannya dengan baik, tak urung Sofia/Iyem
sering dibuat pusing dan jengkel oleh dua anak majikannya, yaitu Ramadhan si
sulung yang ganteng, tapi “sedingin es batu dan sesinis tukang kredit” dan
Debbie, si bungsu yang punya hobi mengospek pembantu baru. Hanya Kevin, si anak
tengah yang tidak pernah macam-macam. Namun, ‘musuh’ Fia a.k.a. Iyem bertambah
dengan kehadiran Marlina, “ondel-ondel” calon istri Ramadhan yang cemburu berat
kepada Iyem.
Secara keseluruhan, buku ini cukup
menghibur. Tingkah Sofia ketika menghadapi kelakuan anak-anak majikannya
seringkali mengundang senyuman atau tawa kecil. Alur ceritanya mengalir dengan
cepat sehingga tidak membosankan. Bahasa yang digunakan khas literatur remaja,
yaitu bahasa formal dengan campuran bahasa gaul. Hal ini bisa jadi bagus karena
para pembaca merasa bahasa yang digunakan tidak berat dan lebih lancar dalam
mengikuti cerita.
Ide cerita tentang seorang anak
perempuan, yang sepertinya berasal dari keluarga berada, yang menyamar menjadi
pembantu memang unik. Namun, secara keseluruhan cerita dalam buku ini masih
biasa-biasa saja. Sejak awal, sudah dapat ditebak bagaimana akhir hubungan
antara Sofia dan Ramadhan. Munculnya sang rival yang ternyata ‘sakit’ juga
merupakan hal yang sering ditemui dalam cerita-cerita lain.
Selain itu, di atas sudah dijelaskan
bahwa buku ini menggunakan campuran antara bahasa formal dan bahasa informal.
Hal ini terkadang menjadi masalah karena terkesan tanggung. Misalnya, ketika
mengikuti pembicaraan antara Sofia dengan Rajut, saya merasa ada jarak di
antara kedua sahabat itu karena terkadang mereka menggunakan bahasa formal.
Lagipula, bahasa gaul adalah bahasa yang mengalami perubahan yang cepat. Buku
ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1994, hampir sepuluh tahun sebelum saya
membacanya. Tak heran, ketika saya membacanya, saya menemukan istilah-istilah
yang sudah tidak dipakai lagi, misalnya jojing atau munculnya nama-nama idola
yang sudah tidak ngetop lagi, seperti nama Jason Priestley atau Luke Perry.
Bagi mereka yang beberapa tahun lebih muda dari saya mungkin harus bertanya
kepada kakak-kakak mereka atau mencari di internet agar dapat mengenali siapa
nama-nama yang dimaksud.
Terlepas dari segala kekurangan dan kritik
yang saya berikan, saya masih menganggap buku ini layak dibaca. Rasanya tidak
rugi membaca tingkah Sofia yang lucu. Apalagi, untuk sekedar membunuh waktu.

No comments:
Post a Comment